Sabtu, 10 Maret 2012
Selasa, 03 Januari 2012
[Kisah Menyentuh Hati] Sepatu Baru
Menjadi “sama dan serupa” dengan remaja lain merupakan keinginan dari semua remaja.
Saya ingat benar bagaimana sebagai seorang remaja dalam tahun 1963 saya merasa harus
memiliki sepasang sepatu sport mutakhir yang sedang “in”. Persoalannya, bulan lalu saya
baru saja membeli sepasang sepatu kulit.
Tapi, sepatu sport benar benar sedang mode, oleh sebab itu saya datang kepada ayah
minta bantuannya. “Saya perlu sedikit uang untuk sepatu sport”, ujar saya suatu petang di
bengkel di mana ayah saya bekerja sebagai montir. “Willie” ayah kelihatannya terkejut.
“Sepatumu baru berumur satu bulan, tapi Mengapa kini kau perlukan sepatu baru?”
“Setiap orang memakai sepatu sport yah!” “Sangat boleh jadi nak, Namun hal tersebut
tidak menjadikan ayah mudah membayar sepatu sport “Gaji ayah kecil dan sering tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. “Ayah, saya tampak seperti bloon
memakai sepatu jenis ini “kataku sambil menunjuk kepada sepasang sepatu oxford baru.
Ayah memandang dalam dalam ke mataku. Kemudian ia menjawab, “Begini saja, Kau
pakai sepatu ini satu hari lagi.Besok, di sekolah, perhatikan semua sepatu dari kawan-
kawanmu. Bila seusai sekolah kau masih berkeyakinan bahwa sepatumu paling butut
dibandingkan sepatu kawan kawanmu, ayah akan memotong uang belanja ibumu dan
membelikanmu sepasang sepatu sports”
Dengan gembira saya pergi ke sekolah, keesokan paginya, penuh keyakinan bahwa hari
itu merupakan hari terakhir bagiku mamakai sepatu oxford yang ketinggalan jaman ini.
Saya lakukan apa yang ayah perintahkan saya lakukan, namun tidak, saya ceritakan apa
yang saya lihat secara teliti.
Sepatu coklat, sepatu hitam, sepatu tennis yang sudah kusam, semua menjadi pusat
perhatianku. Pada petang hari, saya memiliki perbendaharaan dalam ingatanku betapa
banyaknya teman teman di sekolah yang juga memakai sepatu bukan sport, bahkan
sepatu - sepatu rusak, berlobang, menganga dan lain lain bentuk yang sudah mendekati
kepunahan sebagai alat pelindung kaki.
Namun banyak juga yang memakai sepatu sport yang gagah, yang senantiasa berdetak
detik penuh gaya bila si pemiliknya menghentakkannya dengan gagah perkasa.
Setelah sekolah usai, saya berjalan cepat ke bengkel di mana ayah bekerja. Saya hampir
yakin bahwa Senin depan saya juga akan masuk kelompok yang sedang “in” Setiap saya
menghentakkan tumit saya di jalan, saya membayangkan telah memakai sepatu sport
idaman saya. Bengkel sepi sekali saat itu. Suara yang terdengar hanya denting-denting
metal dari kolong sebuah chevy tua buatan tahun 1956. Udara berbau oli, namun pada
hemat penciuman saya, asyik sekali. Hanya seorang langganan sedang menunggu ayah
yang sedang bergulat di kolong chevy tua itu. “Pak Alva” tanya saya kepada langganan
yang sedang menunggu, “masih lamakah?” “Entah Will. Kau tahu sifat ayahmu. Ia
sedang membongkar persneling, namun bila ia mendapatkan adanya bagian lain yang
tidak beres, ia akan menyelesaikannya juga.”
Saya bersandar pada mobil abu abu itu. Apa yang bisa saya lihat hanyalah sepasang kaki
ayah yang menjulur keluar dari kolong mobil. Sambil menjentik jentik lampu belakang
chevy, secara tidak sadar saya menatap kepada kaki ayah. Celana kerjanya berwarna biru
tua, kusam dan lengket terkena oli, lusuh pula. Sepatunya, berwarna putih tua…. ah
….bukan hitam muda……, dan sungguh sungguh butut, sebagaimana mestinya sepatu
seorang montir.
Sepatu kirinya sudah tidak bersol, dan bagian kanan masih memiliki sepotong kecil kulit
tipis, yang dahulu bernama sol. Di ujungnya, sebaris staples menggigit kedua belah kulit
kencang kencang, mencegah jempol kakinya mengintip keluar. Tali sepatunya beriap
riap, dan sebuah lubang memperlihatkan sebagian dari jari kelingkingnya yang terbalut
kaus katun. “Sudah pulang nak? “ayah keluar dari kolong mobil. “Yes sir” kataku. „Kau
lakukan apa yang kuperintahkan hari ini?” “Yes sir” “Nah, apa jawabmu ?” la
memandangku, seolah olah tahu apa yang akan saya ucapkan. “Saya tetap ingin sepatu
sport “Saya berkata tegas, dan berusaha setengah mati untuk tidak memandang kepada
sepatu ayah. “Kalau begitu, ayah harus potong uang belanja ibumu….. “Mengapa tidak
pergi dan membelinya sekarang?” lalu ayah mengeluarkan selembar $ 10. dan
memancing uang receh untuk mencari 30 sen guna membayar 3% pajak penjualannya.
Saya menerima uang itu dan segera berangkat ke pusat pertokoan, dua blok dari bengkel
di mana ayah bekerja.
Di depan sebuah etalase, saya berhenti untuk melihat apakah sepatu sportku masih
dipajang disana. Ternyata masih! $9.95. Namun uang saya tidak akan cukup bila saya
harus membeli paku paku yang akan dipakukan pada solnya dan menimbulkan suara klak
klik yang gagah.
Saya pikir, untuk lari ke rumah dan minta bantuan dana dari mama, sebab tidak mungkin
kembali kepada ayah dan minta kekurangannya.
Pada saat saya teringat kepada ayah, sepatu tuanya tampak membayang melintasi kedua
mataku. Jelas tampak kebututannya, sisinya yang compang camping, paku paku yang
telah mengintip keluar dan sebaris staples yang umumnya dipakai untuk menjepit kertas.
Sepatu kulit usang yang dipakainya untuk menghidupi keluarganya. Pada waktu musim
dingin yang menggigit, sepatu yang sama dipakainya melintasi jalan jalan yang dingin,
menuju kepada mobil mobil yang mogok. Namun ayah tidak pernah mengeluh. Terpikir
olehku, betapa banyaknya benda benda yang seharusnya dibutuhkan ayah, namun tidak
dimilikinya, semata mata agar saya mendapatkan apa yang saya ingini. Dan
kementerengan sepatu sport yang ada di balik kaca etelase di hadapanku mulai memudar.
Apa jadinya bila ayah bersikap sepertiku. Sepatu jenis apa yang saat ini kupakai, bila
ayahku bersikap seperti saya bersikap. Saya masuk ke dalam toko sepatu itu. Sebuah rak
besar terpampang megah, penuh berisikan sepatu sport yang sungguh keren. Di
sampingnya, terdapat sebuah rak lain, dengan sebingkai tulisan “obral besar. 50%
discount”. Dibawah bingkai itu tergeletak sepatu sepatu semodel sepatu ayah, beberapa
generasi lebih muda, tentunya.
Otakku bermain ping pong. Mula mula sepatu ayah yang butut. Dan sekarang sepatu
baru. Pikiran tentang: menjadi “in” dan seirama dengan remaja lain di sekolah. Dan
kemudian pikiran tentang ayah,…. telah mengalahkannya.
Saya mengambil sepatu ukuran 42 dari rak yang berdiscount. Dengan segera berjalan ke
arah meja kasir, ditambah pajak, jadilah
bilangan $ 6.13.
Saya kembali ke bengkel dan meletakkan sepatu baru ayah di atas kursi di mobilnya.
Saya mendapatkan ayah dan mengembalikan uang kembalian yang masih tersisa. “Saya
pikir harganya $ 9.95 kata ayah. “Obral” kataku pendek. Saya mengambil sapu, dan
mulai membantu ayah membersihkan bengkel. Pukul lima sore, ia memberi tanda bahwa
bengkel harus ditutup dan kami harus pulang.
Ayah mengangkat kotak sepatu ketika kami masuk ke dalam mobilnya. Ketika ia
membuka kotak itu, ia hanya dapat memandang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ia
memandang kepada sepatu itu lama-lama, kemudian kepadaku. “Saya pikir kau membeli
sepatu sport”, katanya pelan.
“Sebetulnya ayah, … tapi …. Saya tak sanggup meneruskannya. Bagaimana saya harus
menjelaskannya bahwa saya sungguh ingin menjadi seperti ayah? Dan bila saya tumbuh
menjadi dewasa, saya sungguh ingin menjadi seperti orang baik ini, yang Tuhan berikan
kepada saya sebagai ayah saya.
Ayah meletakkan tangannya pada bahu saya, dan kami saling memandang untuk waktu
sesaat. Tidak ada kata kata yang perlu dikatakan. Ayah menstarter mobil, dan kami
pulang.
Terima kasih Tuhan, karena engkau telah memberiku seorang ayah yang baik dan
bertanggung jawab
Sumber : www.hariansobek.com
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Minggu, 01 Januari 2012
i want stay on in the moment :-)
Alhamdulillah,,, mungkin itu kata yang pantas aku ucapkan pagi ini. pagi yang begitu cerah, tidak hujan, tidak mendung and,,, i want stay on in the moment, yeah,,,
pagi sebelum shubuh, menyentap sahur dalam kebahagian hati diatas 100%, sungguh nikmat walau hanya ditemani roti yang bermereek crispy, walau terasa asin, tapi sungguh nikmat di suasana hati yang jarang didapatkan kayak gini.
sungguh aku begitu nikmati penderitaan ini, dan aku ingin selalu stay on di suasana kek gini. bila hati puas, semua badan, langkah kaki, takkan tearsa lelah da so pasti,, jauh dari rasa mengeluh, sungguh ini penderitaan yang nikmat yang aku alami (rupanya ada juga penderitaan yang nikmat, hehe). "maka nikmat tuhan kamu, yang mana lagi yang kamu dustakan?" sungguh firman yang membuka mata lebar, pikiran melayang mengingat nikamat yang ada, sungguh nikamat begitu indah belum ada nikamat yang menjerumuskan (emang ada ya nimat yang menjerumuskan??), sungguh aku menjadi malu, bila selalu mengeluh atas nikmat yang pernah aku alami (aku terima kali).
" jangan remehkan diri anda, ketahuilah,,, masih banyak orang diluar sana merindukan atau ingin seperti anda", yeah,,, begitu beruntungnya aku. masih bisa menikmati teh, saat hasrat ingin merasakan, masih bisa tidur dengan nyenyak saat mata tak mampu menopang kelopak yang melambai indah, masih bisa mandi dengan air yang mengalir dari PAM tirtanadi (asal air mandi awak), dan,,, yeah, hampir semua kenginan bisa aku penuhi,,,
"Didalam hati manusia ada segumpal darah, apabila baik, maka akan baik semuanya, sebaliknya,,,, apakah itu?, o jelas,, itulah hati, letak kebahagian yang sebenarnya, bukan mobil sport yang canggih letak kebahagian, mahal, nyentrik, dan tidak banya yang bisa miliki,,, NEHI!!!!
ya, itu hati, segumpal darah yang ada di dalam tubuh kita, yang tak bisa dijual beli, yang tak bisa di hargai dengan mobil mazda2 yang begitu ngetren,,, o tidak bisa, dia hanya bisa didapatkan bila kesungguhan ingin mendekatkan pada sang khalik,,,
mari kita olahragakan anggota rohani kita, seperti idola kita semua, yang menjadi tauladan kita semua "aku diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak) sungguh tugas yang mulia, siapa lagi kalau bukan nabi Muhammad SAW kekasih Allah SWT, yang dijamin masuk surganya Allah yang tidak bisa digambarkan nikmatnya,,,, eh,,, jangan salah, walau di jamin masuk syurga, tapi penyembahannya, pengabdiannya belum bisa ada yang ,mengalahkannya,,,,, bagaimana dengan kita yang jauh dari asuransi (jaminan), tidak ada kata lain, kalau tidak bisa lebih hendaknya sama pengabdiannya kayak nabi Muhammad SAW (walaupun penulis masih jauh dari itu) tapi kita harus tetap berusaha.
fastabiqulkhairat,,,, mari kawan kita tingkatkan lagi pengabdian dan seringlah olahragakan hati dengan selalu mengingat kebesaran dan nikmat yang telah Allah berikan pada kita,,,,
kalo ada kata yang salah dan tidak sesuai dengan pikiran dan logika saudara, tolong di maafin ya,,, kesalahan terjadi karena kurangnya ilmu yang penulis miliki, dan kebenaran tentu datangnya dari Allah SWT,,,,
pagi sebelum shubuh, menyentap sahur dalam kebahagian hati diatas 100%, sungguh nikmat walau hanya ditemani roti yang bermereek crispy, walau terasa asin, tapi sungguh nikmat di suasana hati yang jarang didapatkan kayak gini.
sungguh aku begitu nikmati penderitaan ini, dan aku ingin selalu stay on di suasana kek gini. bila hati puas, semua badan, langkah kaki, takkan tearsa lelah da so pasti,, jauh dari rasa mengeluh, sungguh ini penderitaan yang nikmat yang aku alami (rupanya ada juga penderitaan yang nikmat, hehe). "maka nikmat tuhan kamu, yang mana lagi yang kamu dustakan?" sungguh firman yang membuka mata lebar, pikiran melayang mengingat nikamat yang ada, sungguh nikamat begitu indah belum ada nikamat yang menjerumuskan (emang ada ya nimat yang menjerumuskan??), sungguh aku menjadi malu, bila selalu mengeluh atas nikmat yang pernah aku alami (aku terima kali).
" jangan remehkan diri anda, ketahuilah,,, masih banyak orang diluar sana merindukan atau ingin seperti anda", yeah,,, begitu beruntungnya aku. masih bisa menikmati teh, saat hasrat ingin merasakan, masih bisa tidur dengan nyenyak saat mata tak mampu menopang kelopak yang melambai indah, masih bisa mandi dengan air yang mengalir dari PAM tirtanadi (asal air mandi awak), dan,,, yeah, hampir semua kenginan bisa aku penuhi,,,
"Didalam hati manusia ada segumpal darah, apabila baik, maka akan baik semuanya, sebaliknya,,,, apakah itu?, o jelas,, itulah hati, letak kebahagian yang sebenarnya, bukan mobil sport yang canggih letak kebahagian, mahal, nyentrik, dan tidak banya yang bisa miliki,,, NEHI!!!!
ya, itu hati, segumpal darah yang ada di dalam tubuh kita, yang tak bisa dijual beli, yang tak bisa di hargai dengan mobil mazda2 yang begitu ngetren,,, o tidak bisa, dia hanya bisa didapatkan bila kesungguhan ingin mendekatkan pada sang khalik,,,
mari kita olahragakan anggota rohani kita, seperti idola kita semua, yang menjadi tauladan kita semua "aku diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak) sungguh tugas yang mulia, siapa lagi kalau bukan nabi Muhammad SAW kekasih Allah SWT, yang dijamin masuk surganya Allah yang tidak bisa digambarkan nikmatnya,,,, eh,,, jangan salah, walau di jamin masuk syurga, tapi penyembahannya, pengabdiannya belum bisa ada yang ,mengalahkannya,,,,, bagaimana dengan kita yang jauh dari asuransi (jaminan), tidak ada kata lain, kalau tidak bisa lebih hendaknya sama pengabdiannya kayak nabi Muhammad SAW (walaupun penulis masih jauh dari itu) tapi kita harus tetap berusaha.
fastabiqulkhairat,,,, mari kawan kita tingkatkan lagi pengabdian dan seringlah olahragakan hati dengan selalu mengingat kebesaran dan nikmat yang telah Allah berikan pada kita,,,,
kalo ada kata yang salah dan tidak sesuai dengan pikiran dan logika saudara, tolong di maafin ya,,, kesalahan terjadi karena kurangnya ilmu yang penulis miliki, dan kebenaran tentu datangnya dari Allah SWT,,,,
Sabtu, 31 Desember 2011
acara yang bagus di malam pergantian tahun
ada banyak cerita dibalik pergantian tahun, dan hampir semua orang memiliki ini. pergantian tahun di tunggu-tunggu kedatangan dan kehadirannya untuk berpesta pora dan dan menghambur-hamburkan uang, apa itu orang kristen, hindu maupun islam. dalam pergantian tahun itu semua orang itu sama, sama lupa akan tugasnya kedunia ini.
sebenarnaya apa sih yang selayaknya kita lakukan di malam pergantian tahun??? apakah membunyikan mercon atau terompet, bakar ayam(ehmm lezat), minum bir (mabuk-mabukkan) atau instropeksi diri (ok banget). sebagai seorang yang mengerti dan memahami arti dari sebuah kehidupan dan tujuannya, dia pasti akan melakukan yang bermanfaat untuk dirinya,,,
ehmmm,,, intropeksi diri suatu acara yang bagus mengisi malam pergantian tahun ini. kita kenang-kenang dan ingat-ingat masa dan wakktu yang kita lakukan di tahun ini, dan jadikan itu sejarah untuk pelajaran dan melangkah maju di tahun selanjutnya dengan misi yang lebuh bagus dengan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
sebaik manusia ialah orang yang sadar dan tahu akan kesalahan yang dibuatnya dan memperbaiki kesalahan itu agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. so,, kemoooon, instropeksi diri kita sekarang jugaaa,,,
sebenarnaya apa sih yang selayaknya kita lakukan di malam pergantian tahun??? apakah membunyikan mercon atau terompet, bakar ayam(ehmm lezat), minum bir (mabuk-mabukkan) atau instropeksi diri (ok banget). sebagai seorang yang mengerti dan memahami arti dari sebuah kehidupan dan tujuannya, dia pasti akan melakukan yang bermanfaat untuk dirinya,,,
ehmmm,,, intropeksi diri suatu acara yang bagus mengisi malam pergantian tahun ini. kita kenang-kenang dan ingat-ingat masa dan wakktu yang kita lakukan di tahun ini, dan jadikan itu sejarah untuk pelajaran dan melangkah maju di tahun selanjutnya dengan misi yang lebuh bagus dengan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
sebaik manusia ialah orang yang sadar dan tahu akan kesalahan yang dibuatnya dan memperbaiki kesalahan itu agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. so,, kemoooon, instropeksi diri kita sekarang jugaaa,,,
Jumat, 23 Desember 2011
kebenaran itu ada
seiring detak jantung berdenyut, seiring langkah kaki melangkah, seiring gontaian tangan mengayun, seiring alunan alam menyahut kita akan bisa menghadapi semua. manusia umat yang begitu sempurna pasti akan mencari fitrahnya. karena dengan fitrah tersebut dia akan menemui dirinya sebagai makhluk Allah yang begitu sempurna. sifat manusia yang selalu mencari kebenaran, kebaikan, keadilan, semua itu akan bisa didapatkan apabila ia telah berusaha semaksimal mungkin.
semua pertanyaan yang sulit untuk dijawab pasti ada jawabannya, karena mana mungkin pertanyaan ada sedangkan jawabanya tidak ada. tapi tidak sedikit bagi orang yang telah menemui jawbannya tidak bisa menerima jawaban dari pertanyaan yang ada dalam dirinya.
disinilah letak tingginya keegoaan manusia yang tidak bisa menerima dari kenyataan yang ada. sudah banyak kisah-kisah terdahulu, mereka celaka karena tidak bisa menerima kebenaran dan berupaya untuk mengingkarinya, karena begitu tinggi ego yang ada pada dirinya.
sungguh, hati dan keyakinan bukan soal sederhana. hati dan keyakinan soal Allah sama makhluknya, hubungan langsung sama sang khalik. Allah memberikan hidayah bagi orang yang dikehendakinya. dan perlu satu yang diingat, bahwa kebenaran didapatkan bagi orang telah mencari dan berusaha mendapatkannya.
semua pertanyaan yang sulit untuk dijawab pasti ada jawabannya, karena mana mungkin pertanyaan ada sedangkan jawabanya tidak ada. tapi tidak sedikit bagi orang yang telah menemui jawbannya tidak bisa menerima jawaban dari pertanyaan yang ada dalam dirinya.
disinilah letak tingginya keegoaan manusia yang tidak bisa menerima dari kenyataan yang ada. sudah banyak kisah-kisah terdahulu, mereka celaka karena tidak bisa menerima kebenaran dan berupaya untuk mengingkarinya, karena begitu tinggi ego yang ada pada dirinya.
sungguh, hati dan keyakinan bukan soal sederhana. hati dan keyakinan soal Allah sama makhluknya, hubungan langsung sama sang khalik. Allah memberikan hidayah bagi orang yang dikehendakinya. dan perlu satu yang diingat, bahwa kebenaran didapatkan bagi orang telah mencari dan berusaha mendapatkannya.
ibu, menyesalkah engkau punya anak seperti aku???
ibu,,, maafkan aku, betapa sombongnya aku, dari kecil sampai sekarang belum pernah aku bilang sayang dan cinta padamu. ibu, apakah kau menyesal punya anak seperti aku yang begitu angkuh dan congkak. ibu, aku tahu anjuran nabi untuk membuat ibu bahagia, membuatmu benar-benar memiliki anak. yang nampak aplikasi sayangnya padamu,,,
ibu, apa dosa dan salahku padamu, sehingga Allah tidak memberi kekuatan padaku untuk mengucapkan kata cinta, sayang terima kasih atas pengorbananmu selama ini. apakah sifat warisan sombon dari setan terwariskan padaku???? sungguh, ya Allah ,,, aku tidak ingin menjadi pengekutnya setan,,,,,
ibu, betapa sering kata yang kasar kau dengar dari mulutku. tapi apa yang kau balas, kaw tersenyum, tak pernah marah dan dendam sedikitpun. aku beranikan setelah shalat maghrib untuk menelponmu hanya untuk mengucapkan "ibu, aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku rindu padamu, aku rindu berada didalam kandunganmu, aku rindu belaianmu, aku rindu kesabaranmu, aku rindu senyummu". tapi, aku tidak sanggup mengucapkannya, serasa bibirku di kunci mati oleh Allah untuk mengucapkan itu semua. ya Allah jangan engkau biarkan diriku menjadi malin kundang yang tidak mengakui itulah ibunya, yang durhaka pada ibunya.
ya Allah apakah kau marah dengan perbuatanku yang begitu jahatnya pada ibuku. ya Allah mungkin itu sebab semua dari keresahan dan tidak tenangnya hatiku selama ini. rupanya apa yang di sabdakan nabi Muhammad SAW bermaksud bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
mungkin kau tidak merasakan belaian seorang anak yang pernah engkau lahirkan dan engkau besarkan. belum pernah kasih sayang dan kesejukan yang aku berikan padamu. belum ada yang aku jalan kan dari Allah SWT dan Muhammad SAW.
ibu, apa dosa dan salahku padamu, sehingga Allah tidak memberi kekuatan padaku untuk mengucapkan kata cinta, sayang terima kasih atas pengorbananmu selama ini. apakah sifat warisan sombon dari setan terwariskan padaku???? sungguh, ya Allah ,,, aku tidak ingin menjadi pengekutnya setan,,,,,
ibu, betapa sering kata yang kasar kau dengar dari mulutku. tapi apa yang kau balas, kaw tersenyum, tak pernah marah dan dendam sedikitpun. aku beranikan setelah shalat maghrib untuk menelponmu hanya untuk mengucapkan "ibu, aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku rindu padamu, aku rindu berada didalam kandunganmu, aku rindu belaianmu, aku rindu kesabaranmu, aku rindu senyummu". tapi, aku tidak sanggup mengucapkannya, serasa bibirku di kunci mati oleh Allah untuk mengucapkan itu semua. ya Allah jangan engkau biarkan diriku menjadi malin kundang yang tidak mengakui itulah ibunya, yang durhaka pada ibunya.
ya Allah apakah kau marah dengan perbuatanku yang begitu jahatnya pada ibuku. ya Allah mungkin itu sebab semua dari keresahan dan tidak tenangnya hatiku selama ini. rupanya apa yang di sabdakan nabi Muhammad SAW bermaksud bahwa ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
mungkin kau tidak merasakan belaian seorang anak yang pernah engkau lahirkan dan engkau besarkan. belum pernah kasih sayang dan kesejukan yang aku berikan padamu. belum ada yang aku jalan kan dari Allah SWT dan Muhammad SAW.
makhluk sempurna yang pernah ada
sahabat blogger yang aku cintai karena 4JJI,,,
kita tercipata sebagai makhluk 4JJI yang begitu sempurna yang ada pada saat ini, semua makhluk ciptaanNya pernah disuruh menyembah pada kita, begitu tinggi kedudukan kita dan sempurnanya kita di mata 4JJI.
cukup sudah kita mengerti bahwa yang sempurrna itu pasti banyak tantangan dan godaan yang diberikan untuk menguji apakah pantas kita disebut dan diberi titel makhluk yang sempurna yang pernah ada.
manusia diberi segala yang dimiliki makhluknya, manusia di anugerahkan segala bentuk kolaborasi yang begitu manakjubkan. Allah menganugrahkan manusia hati (perasaan), pikiran, nafsu. yang semuanya memiliki sifat yang jauh berbeda dan saling mendukung apabila di kelola oleh orang yang mengerti akan tujuan hidupnya.
coba kita bandingkan dengan makhluk lain, malaikat. malaikat 4JJI ciptakan dari cahaya yang hanya memiliki pikiran dan perasaan. sehingga dengan potensi tersebut malaikat selalu beribadah dan bertakwa kepada 4JJI, sehingga malaikat itu begitu mulia disisi sang khalik.
binatang hanya memiliki nafsu dan tidak memiliki pikiran. sedangkan manusia memiliki segalanya. itulah sebabnya manusia bisa menjadi malaikat yang begitu mulia atau menjadi binatang yang begitu hina.
mungkin kita bertanya-tanya, kok bisa sih kita menjadi malaikat atau binatang????
manusia bisa menjadi malaikat apabila pikirannya bisa mengalahkan nafsu yang ada padanya tetapi bukan mematikan nafsu yang ada. dan bisa menjadi binatang apabila nafsu yang ada lebih kuat dari pikiran yang dikaruniakan kepadanya.
sungguh pilihan yang begitu mudah untuk kita pilih, semua manusia tentu menginginkan menjadi malaikat yang begitu mulia. tetapi tidak semua manusia bisa melakukannya. mengapa tidak bisa menjadi malaikat??? karena setan akan selalu mengganggu dan selalu mendukung nafsu untuk bisa mengalahkan akal.
ya 4JJI ya tuhan hamba, seandainya engkau berikan kami kekuatan, berilah kami kekuatan untuk bisa mengontrol nafsu kami, kami sadar, kami takkan bisa hidup tanpa nafsu tapi kami ingin engkau memuliakan kami seperti para malaikat yang engkau muliakan.
ya 4JJI, dengan dunia yang begitu penuh nafsu dan kehilangan akal, aku mohon engkau selalu memberi kekuatan pada akal kami untuk selalu bisa memenej nafsu yang ada pada diri kami, Amiiin,,,,
aku tak ingin hina seperti para binatang apalagi para setan. aku memohon kepadaMU dari godaan setan yang terkutuk. Amiiin
Langganan:
Postingan (Atom)

